ALAT
PERMAINAN EDUKATIF
Masyunita
Siregar
NIM:1141113018
Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak
Usia Dini
Universitas Negeri Medan
ABSTRAK
Bermain merupakan aktivitas yang
menyenagkan bagi anak sehingga bagi mereka bermain adalah kehidupan dan hidup adalah
permainan. Saat ini banyak orang tua yang mengabaikan hak bermain anak dengan
menjajali mereka dengan berbagai aktivitas akademik, sehingga banyak lembaga
PAUD atau TK/RA yang juga menerapkan hal yang sama sesuai dengan tuntutan orang
tua. Padahal melalui dunia bermain kita
dapat memberi stimulus pada anak untuk membantu mereka dalam mengembangkan
potensi yang ada dalam diri mereka. Dalam diri sesorang terdapa potensi yang
jika distimulus dengan baik sejak dini akan mengantarka ia pada masa suksesnya,
sehingga tidak hanya melalaui kegiatan akademik. Salah satu alternative untuk mewujudkan keinginan orang tua dan haka
anak adalah melalui alat permainan
edukatif. Merupakan alat permainan yang
dirancang secara khusus untuk kepentingan
pendidikan. Untuk memilih atau bahkan
menciptakan alat permainan edukatif terlebih dahulu kita memahami atau menge
tahui karakteristiknya seperti multifungsi dan melibatkan anak secara aktif.
Melalui penyuguhan alat permainan edukatif ini pada anak, banyak manfaat yang
diperoleh anak dan juga akan mewujudkan keinginan orang tua, seperti melatih
konsentrasi anak dan pengenalan bentuk dan warna. Banyak contoh alat permainan
edukatif yang dapat diberikan pada anak seperti puzzle, lego dan Pitagora shuichi
atau pytahagoras switch.
Kata Kunci : alat permainan edukatif
( PERANAN
ORANGTUA DALAM MENANAMKAN DISIPLIN ANAK
USIA
DINI )
PENDAHULUAN
Anak
usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan
dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Mereka berada pada
rentan usia 0- 6 tahun, namun beberapa pendapat baru menyatakan bahwa rentan
usia dini sampai pada usia 8 tahun
atau jenjang awal sekolah dasar.
Usia 0- 8 tahun merupakan masa golden age
seorang anak atau individu. Pada masa golden
age anak mengalami perkembangan yang teramat pesat, perbandingan perkembangan yang terjadi pada masa ini
dengan masa setelahnya adalah 4:1 atau dalam bentuk persen yaitu 80%:20%.
Artinya pada usia dini segala potensi anak dapat berkembang dengan optimal
apabila mendapatkan stimulus yang tepat, sedangkan pada usia 8 tahun keatas
atau setelah masa golden age perkembangan
potensi dalam diri individu hanya 20 %.
Dewasa
ini banyak orang tua yang menekankan proses akademik pada kegiatan anak. Mereka
beranggapan kemampuan kognitif merupakan tolak ukur dari kecerdasan seseorang.
Sehingga harus dioptimalkan pada masa usia keemasan (golden age). Sesuai dengan
permintaan atau keinginan orang tua, para guru PAUD atau TK/RA
menyesuaikan proses pembelajaran di sekolah dengan melakukan berbagai
kegiatan akademik. Pada akhirnya, hak azasi anak terabaikan. Maksud dari hak
azasi anak adalah hak anak untuk bermain.
Menurut
Mayesty bagi seorang anak bermain adalah
kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari karena bagi anak bermain adalah
kehidupan dan hidup adalah permaianan. Sesuai dengan pendapat tersebut, dapat dipastikan tindakan orang
dewasa disekitar anak yang selalu menjajali mereka dengan kegiatan akademik
atau tuntutan untuk perkembangan kognitif semata merupakan suatu hal yang
melanggar hak azasi anak. Banyak potensi dalam diri anak yang perlu
dikembangkan dan tidak boleh diabaikan demi memfokuskan anak pada kemampuan
kognitif. Teori Kecdasan jamak (multiple intelligences) dikemukakan oleh Howard Gardner yang dimuat dalam buku model pendidikan anak usia dini karya Anita yus
menyatakan ada 9 dimensi kecerdasan.
Setiap kecerdasan akan mengantarkan seseorang mencapai sukses apabila mendapat
stimulus dengan baik dan tepat pada usia dini. Untuk mengetahui kemampuan atau dimensi kecerdasan
seorang anak dapat dilakukan melaui alat tes yang sudah ada pada saat ini.
Namun, secara alamiah kecerdasaan anak akan tampak dari kegitan bermain.
Sehingga kegiatan bermain merupakan kegiatan utama dan paling utama bagi
kehidupan anak usia dini.
Seharusnya sebagai orang tua atau
orang dewasa disekitar anak kita harus mampu memahami kebutuhan anak akan
bermain, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tindakan tepat yang dapat
kita lakukan adalah dengan memberikan hak anak untuk bermain, namun tetap dalam
pengawasan kita. Sebenarnya keinginan orang tua akan kemampuan akademik yang
optimal dapat diasah melalui kegiatan bermain. Salah satu caranya dengan
menyediakan alat permainan edukatif bagi anak. Alat permainan edukatif adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sara prasaran untuk bermain
dan mengandung nilai pendidikan. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa alat
permainan edukatif itu adalah mahal. Tidak semua alat permainan edukatif mahal,
jika kita memilki kreativitas tinggi itu jauh lebih berguna daripada uang,
karena banyak alat permainan yang dapat kita ciptakan sendiri.
Melalui
hal tersebut keinginan orang tua dan anak akan terpenuhi tanpa ada yang
dirugikan. Alat permainan edukatif dapat memberikan pengalaman berharga bagi
anak dan hak bermainnya tidak dirampas, sedangkan oran tua dapat mengwujudkan
cita-citanya dalam mengoptimalkan kecerdasan anak terkhusus dibidang
akademiknya. Perlu diingat juga, walaupun penyediaan alat permainan edukatif
merupakan solusi antara keinginan orang tua dan hak anak kita sebagi orang tua
jangan selalu menjajali mereka dengan alat permainan edukatif karena nantinya
dapat menyebabkan anak bosan dengan alat permainannya.
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Alat Permainan Edukatif
Segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk sarana atau media dalam kegiatan bermain dan memilki nilai
pendidikan serta dapat mengembangkan seluruh potensi dalam diri anak disebut
alat permaian edukatif. Pengertian tersebut senada dengan pengertian alat
permainan edukatif yang dimuat dalam buku Mayke Sugianto T, yaitu alat
permainan edukatif adalah alat yang dirancang secara khusus untuk kepentingan
pendidikan. Alat permainan edukatif merupakan alternative
untuk mengoptimalkan kemampuan atau kecerdasan yang dimilki oleh anak.
Sesuai paparan dalam pendahuluan diatas, melalui jenis alat permainan ini
keinginan orangtua dan hak anak akan sama-sama terpenuhi. Banyak yang diperoleh
anak dari alat permainannya tersebut, seperti merangsang krativitas anak dan juga merangsang daya pikir anak. Saat ini
banyak tersedia berbagai jenis alat permain edukatif yang dapat kita temui di toko
mainan anak-anak. Bukan berarti alat permainan edukatif hanya dapat dibeli di
toko mainan anak-anak, melainkan kita juga dapat menciptakan alat permainan
sendiri dengan kreativitas yang kita milki dengan ketentuan memenuhi syarat
dari alat permainan edukatif. Bahkan menurut informasi yang saya peroleh, alat
permainan edukatif dapat kita ciptakan memalaui bahan - bahan bekas di sekitar
kita. Sehingga kita telah melakukan dua hal penting dengan kreativitas kita
yaitu, menciptakan alat permainan edukatif dan menciptakan lingkungan bersih
serta hemat biaya dengan pemanfaatan barang bekas. Untuk itu kita harus
menyediakan kebutuhan anak akan alat permainan edukatif, karena untuk
memperolehnya tidak selalu dengan uang melainkan kreativitas kita sendiri.
2.
Karakteristik
Alat Permainan Edukatif dan Manfaatnya
Semua
orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Termasuk dalam
menyediakan kebutuhan alat permainan anak, terkadang banyak orang tua yang
hanya mementingkan kesenangan anak semata tanpa mempertimbangkan hal-hal lain
seperti manfaat dari alat permainan tesebut. Sebagi orang tua atau orang dewasa
disekitar anak kita memilki tugas dan tanggung jawab untuk mengasuh dan
memelihara mereka. kita harus memberikan rangsangan dengan tepat, salah satu caranya
yaitu melalui perhatian terhadap anak
seperti memperhatikan kelayakan suatu alat permainan terhadap anak.
Untuk itu dalam memilih alat permainan edukatif ada beberapa ciri yang perlu
kita perhatikan. Mengingat banyaknya jenis alat permainan yang ditawarkan
dipasaran, maka kita harus mengerti dan memahami jenis barang yang hendak kita
beli atau peroleh. Alat permainan edukatif dirancang dengan berbagai pertimbangan akan kepentingan
anak mulai dari warna dan bentuk . Ciri- cirri alat permainan edukatif
diantaranya adalah:
1. Ditujukan
untuk balita
Alat
main dirancang untuk balita yaitu sesuai dengan batas-batas kemampuan
balita. Artinya mainan tersebut dapat
digunakan untuk merangsang kemampuan dasar balita.
2. Multifungsi
Penggunaan mainan tidak
fokus pada satu jenis permain saja. Alat dapat digunakan untuk berbagai jenis
kegiatan bermain, sehingga rangsangan yang diperoleh anak beragam dari jenis
mainan yang digunakan .
3. Melatih
Problem solving
Dari kegiatan bermain
yang dilakukan anak diajak untuk melewati tantangan. Seperti menyusun potongan puzzle menjadi satu bentuk yang utuh.
Sehingga daya pikir anak akan terangsang.
4. Melatih
Konsep-konsep dasar
Alat permainan
edukatif memilki unsur untuk
mengembangkan kemampuan dasar anak
seperti mengenalkan bentuk, warna dan ukuran.
5. Melatih
ketelitian dan ketekunan
Dari penggunaannya, jenis mainan
ini memberikan kesenagan kepada anak dan juga memberikan tuntutan ketelitian
dan ketekunan dalam memainkannya.
6. Merangsang
kreativitas
Salah satu cirri lainnya yaitu permainan
edukatif mengajak anak untuk berkreativitas menggunakan alat permainannya
dengan bervariasi.
7.
Melibatkan anak secara aktif
Artinya anak tidak hanya diam dan
dipermudah dengan berbagi alat seperti tombol dan juga bantuaan orang tuanya.
Melainkan
anak aktif dalam memainkan alat permainannya.
Setelah
mengetahui karakteristik dari alat permainan edukatif tersebut maka kita dapat
memilih mainan yang sesuai dengan karakteristik tersebut atau dapat menciptakan
alat permainan yang mengandung karakteristik alat permainan edukatif di atas.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari alat permainan edukatif. Melatih
kemampuan motorik anak merupakan salah satu manfaat yang diperoleh dari alat
permainan tersebut. Seperti saat anak meraba mainannya akan melatih motorik
halus pada anak dan ketika anak menggerak-gerakkan mainannya merupakan stimulus
untuk motorik kasar anak. Selanjutnya
manfaat yang diperoleh dari alat permainan edukatif ini adalah melatih
konsentrasi anak. Pada saat anak bermian puzzle
anak harus meiliki konsentrasi dalam menyelesaikannya dan lambat laun dari alat
main ini anak akan memilki konsentrasi yang tinggi nantinya. Mengenal konsep
sebab akibat akan dapat dirasakan anak ketika bermain permaian edukatif, ketika
anak memasukkan benda kecil kedalam benda lebih besar maka ia akan memperoleh
konsep bahwa benda kecil bisa masuk kedalam benda besar. Serta salah satu
manfaat lainnya anak akan mengenal macam bentuk dan warna dari berbagai jenis
alat permainan edukatif.
3.
Contoh Alat Permainan Edukatif
Pada bagian ini yang menjadi
pembahasan adalah contoh alat permaianan edukatif bagi anak. Setelah membahas
pengertian dan katakteristik serta manfaat alat permainan edukatif pada bagian
satu dan dua. Alat permainan edukatif dan permaian sejalan dalam penerapannya.
Ketika anak diberikan alat permainan edukatif
maka anak akan menggunakannya dalam permainannya, sehingga permainan
yang dilakukan anak tersebut merupakan permainan edukatif.
Banyak alat dan
permainan edukatif yang dapat kita temui . Dari jenis alat main yang kita temui
beberapa diantaranya merupakan temuan atau yang diciptakan oleh Montessori.
Montessori yang merupakan filsuf
pendidikan anak usia dini menciptakan alat permainan edukatif dengan tujuan
agar anak dapat mengingat konsep-konsep yang akan dipelajari secara mandiri
tanpa bimbingan dari orang dewasa. Beberapa alat permainan ciptaan dari
Mariamontessori yaitu alat timbangan, slinder dengan ukuran serial dengan
sepuluh ukuran, tongkat-tongkat decimeter dan meter, gambar-gambar untuk
dicontoh oleh anak, dan berbagai bentuk bangun ruang seperti segitiga, balok ,
kubus dan lain sebagainya . Anak dapat memainkan alat main ciptaan Montessori
ini dalam permaian konstruktif seperti membangun istana dari balok-balokan.
Selain dari ciptaan filsuf pendidikan anak usia dini tersebut masih banyak
jenis alat permainan edukatif yang dapat diberikan kepada anak usia dini. Penyediaan alat dan permainan harus
disesuaikan dengan tingkatan usia anak.
Permainan yang cocok untuk anak usia satu tahun adalah
seperti permainan memasukkan benda kedalam wadah. Pada jenis kegiatannya ini
anak akan memperoleh konsep sebab-akibat. Single
puzzle sudah dapat diberikan pada anak usia dini. Mainan ini memilki lubang
pada penutupnya untuk memudahkan anak dalam menyusun dan disertai bentuk-bentuk
geometris seperti segitiga, segiempat. Anak akan memperoleh stimulus
konsentrasi dan pengenalan bentuk dari permainan ini.
Untuk anak usia dua
tahun permainan puzzle sederhana dapat diberikan dengan bentuk yang lebih kompleks
daripada anak satu tahun, yaitu seperti bentuk rumah.
Permainan anak usia dua tahun setengah sampai tiga tahun
dapat dikembangkan lagi seperti bermain konstruktif rancang bangunan dan
permainan puzzle dengan jumlah
potongan yang lebih banyak lagi. Sedangkan untuk anak usia tiga tahun keatas
dapat diberikan alat permainan seperti lego
yang dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak. Pitagora shuichi atau pytahagoras
switch, merupakan permainan yang menggunakan konsep fisika dan matmatika yang
populer untuk kalangan anak-anak di Jepang dan beberapa Negara maju lainnya.
Permainan ini diciptakan oleh Rube Goldbreg asal Amerika. Cara bermainnya
adalah menggunakan alat seperti karet gelang benang, gelas plastik(cangkir),
buku, kayu, kelereng, bola plastic dan disusun agar dapat mengantarkan obejek
kepada target yang ditentukan. Seperti objek kelereng menuju target gelas
plastik(cengkir). Susun balok dan puzzle merupakan jenis maian yang dapat
dimainkan anak balita samapi dengan anak remaja atau bahkan orang dewasa. Perlu
diingat bahwa dalam permainan puzzle
tingkatan kseulitanlah yang membedakan pada setiap usia.
Untuk alat permaian edukatif yang dapat dirancang sendiri
sangat banyak seperti dalam permaian puzzle kita dapat membuat gambar sndiri
dan memotongnya menjadi beberapa bagian dan anak dapat menyusunnya menjadi
gambar utuh. Penggunaan media tidak selamnya harus yang baru, yang penting
adalah bersih dan aman untuk anak-anak.
PENUTUP
Orang tua atau orang dewasa disekitar anak tidak perlu
menjajali anak dengan kegiatan akademik. Yang perlu kita lakukan adalah
memahami karakter anak dan hal apa yang dibutuhkan oleh anak. Pada anak usia
dini bermain adalah dunia merka, seperti pendapat Mayesty bagi seorang anak
bermain adalah kehidup dan hidup adalah permainan. Salah satu alternative untuk
mewujudkan keinginan orang tua untuk bidang akademik dan tidak merampas kehidupan
anak adalah melalui alat permainan edukatif. Alat permainan edukatif adalah alat
yang dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Kita dapat memperoleh alat
permainan edukatif dengan kreativitas yang dimiliki dengan catatan alat main
tersebut memenuhi karakteristik dari alat permainan edukatif serta bersih dan
aman bagi anak.
Dalam mewujudkan cita-cita bangsa, peran orang
tua sangat menentukan dalam mendidik anak. Pada waktunya nanti merekalah para
bocah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini, maka berikanlah stimulus pada
mereka sejak usia dini agar potensi dalam diri anak dapat terkembangakan
sehingga menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan agamanya.
DAFTAR PUSTAKA
Pramono,
Titin S. Permainan Asyik bikin Anak
Pintar. Jakarta: IN AzNa Books, 2012.
Sugianto
T, Mayke. Bermain, Main dan Permainan.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi, 1995.
Sujiono,
Yuliani Nurani. Konsep Dasar Pendidikan
Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks, 2009.
Yus,
Anita. Model Pendidikan Anak Usia Dini.
Medan: Kencana, 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar